Luruk Kantor Perusahaan, Ratusan Buruh Tuban Minta Tunggakan Gaji Dibayar.

- Kontributor

Senin, 15 Januari 2024 - 02:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan buruh menggeruduk Kantor PT Delta Indratama Orion (DIO) yang beroperasi di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Senin (15/1/2024).

Ratusan buruh menggeruduk Kantor PT Delta Indratama Orion (DIO) yang beroperasi di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Senin (15/1/2024).

TUBAN – Ratusan buruh meluruk Kantor perusahaan PT Delta Indratama Orion (DIO) di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban lantaran tunggakan gaji dan jaminan sosial tak kunjung dibayarkan, Senin (15/1/2024) siang.

Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPMI) Tuban itu, menuntut kekurangan gaji dan jaminan sosial 2023 selama sekitar 5 bulan, yang disebut belum dibayar PT DIO. Massa aksi sempat membuat arus lalu lintas di sekitar Kantor DIO yang kebetulan berada di jalur Pantura tersebut tersendat.

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban, Duraji mengemukakan, bahwa kontrak antara DIO dan para buruh yang dipekerjakan di perusahaan Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) ini telah berakhir sejak 31 Desember 2023 lalu. Namun hingga kini masih banyak hak – hak buruh yang belum dipenuhi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain tunggakan gaji dan jaminan sosial, tunjangan uang makan serta uang kompensasi akhir kontrak juga belum dibayar,” bebernya.

Padahal kata Duraji, sebelumnya manajemen DIO menjanjikan jika kekurangan gaji dan tunjangan uang makan dilunasi selambat-lambatnya tanggal 10 Januari 2024.

“Ternyata semua omong kosong tidak ada realisasi. Kalau seperti ini buruh jadi korban,” imbuhnya.

Pria yang juga Ketua EXCO Partai Buruh Tuban itu mendorong agar pemerintah maupun pihak – pihak terkait ikut ambil bagian menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, harus ada sanksi tegas sehingga kedepannya tidak lagi bermunculan perusahaan – perusahaan nakal di Kabupaten Tuban.

“Kalau perlu ijin usahanya dicabut sekalian, supaya tidak menjadi contoh buruk bagi perusahaan –perusahaan lain,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan masih belum mengeluarkan statmen resmi terkait dengan tuntutan buruh. (Sal/Am)

Berita Terkait

Proses SBU SKK di LPJK Kementerian PUPR Terhenti, Berdampak Signifikan Pada Pelaku Usaha Jasa Konstruksi
Peretasan Data PDN di BSSN, Pelaku Sektor Jasa Konstruksi di Indonesia Terdampak
Iris Lahan Tambang Milik Konglomerat, Pemerintah Berikan Izin Tambang Kepada Ormas
Gus Syaikhul Pastikan Ponpes Bumi Shalawat dan Gus Ali Dukung AMIN
Tolak UMK 2024 Usulan Apindo Bojonegoro, Sarbumusi : Tidak Menghargai Keringat Buruh
Buruh Bojonegoro Kecewa,UMK Bojonegoro 2024 Ditetapkan Lebih Rendah dari Usulan.
Takut Diboikot, Grab Indonesia Sebut Sudah Sumbang Rp 3,5 Miliar ke Palestina

Berita Terkait

Selasa, 2 Juli 2024 - 03:32

Proses SBU SKK di LPJK Kementerian PUPR Terhenti, Berdampak Signifikan Pada Pelaku Usaha Jasa Konstruksi

Selasa, 2 Juli 2024 - 02:18

Peretasan Data PDN di BSSN, Pelaku Sektor Jasa Konstruksi di Indonesia Terdampak

Senin, 15 Januari 2024 - 05:59

Gus Syaikhul Pastikan Ponpes Bumi Shalawat dan Gus Ali Dukung AMIN

Senin, 15 Januari 2024 - 02:03

Luruk Kantor Perusahaan, Ratusan Buruh Tuban Minta Tunggakan Gaji Dibayar.

Sabtu, 2 Desember 2023 - 02:27

Tolak UMK 2024 Usulan Apindo Bojonegoro, Sarbumusi : Tidak Menghargai Keringat Buruh

Sabtu, 2 Desember 2023 - 02:17

Buruh Bojonegoro Kecewa,UMK Bojonegoro 2024 Ditetapkan Lebih Rendah dari Usulan.

Senin, 6 November 2023 - 11:43

Takut Diboikot, Grab Indonesia Sebut Sudah Sumbang Rp 3,5 Miliar ke Palestina

Berita Terbaru