Padi Inpari Digdaya, Beras Pulen Kelas Premium Sedigdaya Namanya

- Kontributor

Minggu, 5 November 2023 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benih padi Inpari Digdaya ini mengusung berbagai keunggulan.Para peneliti menciptakannya dengan mempertimbangkan karakter padi yang dirasa cocok untuk petani indonesia

Benih padi Inpari Digdaya ini mengusung berbagai keunggulan.Para peneliti menciptakannya dengan mempertimbangkan karakter padi yang dirasa cocok untuk petani indonesia

Varietas padi Inpari Digdaya ini tergolong baru, diluncurkan oleh Balitbangtan Kementan pada 2019 lalu. Ada banyak varietas yang diluncurkan saat itu, diantaranya Cakrabuana, Inpari 39 Tadah Hujan, Inpari 46 Agritan TDH, Inpari 43 Agritan GSR, Inpari 42 Agritan GSR, Inpari Digdaya, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 12, dan Inpago 13 Fortiz.Jadi, sejak 2021 hingga 2022 memang belum banyak yang membudidayakan.

Sejak dirilis pertama kali oleh kementan tahun 2019, Benih padi Inpari Digdaya ini mengusung berbagai keunggulan.Para peneliti menciptakannya dengan mempertimbangkan karakter padi yang dirasa cocok untuk petani indonesia. Padi Digdaya mempunyai umur 119 hari dari semai dengan bentuk tanaman tegak.Anakan produktif sebanyak 20 batang cukup banyak dibandingkan dengan rata-rata varietas lain yang ada saat ini.

Kelebihan utama lainnya adalah dipotensi hasil panen. Rata-rata akan menghasilkan 7,92 ton/ha/. Selain itu, padi Digdaya mempunyai kadar amilosa 14,1 %, sehingga akan menghasilkan nasi yang pulen dan dikategorikan masuk beras premium. Rendeman beras gilingnya juga sangat tinggi hingga mencapai 69,9%. Produktifitas ini cukup bagus untuk pedagang beras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara spesifik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menanam. Karena tinggi batabg padi hampir 120 cm, lebih tinggi rata-rata padi varietas lainnya. Maka perlu perlu diperhatikan modifikasi nuitrisi dan pola pemupukannya. Penggunaan unsur P dan K serta pupuk silika dianjurkan untuk mengatasi roboh.

Berikut deskripsi padi Inpari Digdaya :

Asal Persilangan: Hanareumbyeo/Dular
Golongan: Cere
Umur Tanaman: ± 119 hari
Bentuk Tanaman: Tegak
Tinggi Tanaman: ± 120 cm
Jumlah Gabah Isi per Malai: ± 110 butir
Anakan Produktif: ± 20 batang
Potensi Hasil: 9,50 Ton/Ha
Rata-rata Hasil: ± 7,92 Ton/Ha
Bobot 1000 butir: ± 26,60 gram
Tekstur Nasi: Pulen
Rendemen Beras Giling: ± 69,90%
Pengapuran: 0,35%
Kadar Amilosa: ± 14,10%
Ketahanan terhadap Hama dan Penyakit: Agak tahan terhadap WBC biotipe 1, 2 dan 3. Agak tahan terhadap HDB patotipe III dan IV.
Anjuran Tanam: Cocok ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah 0-600 m dpl.

Berita Terkait

Kemarau Panjang, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam
Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Berita Terkait

Senin, 15 Januari 2024 - 05:59

Gus Syaikhul Pastikan Ponpes Bumi Shalawat dan Gus Ali Dukung AMIN

Senin, 15 Januari 2024 - 02:03

Luruk Kantor Perusahaan, Ratusan Buruh Tuban Minta Tunggakan Gaji Dibayar.

Sabtu, 2 Desember 2023 - 02:27

Tolak UMK 2024 Usulan Apindo Bojonegoro, Sarbumusi : Tidak Menghargai Keringat Buruh

Senin, 6 November 2023 - 11:43

Takut Diboikot, Grab Indonesia Sebut Sudah Sumbang Rp 3,5 Miliar ke Palestina

Berita Terbaru

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR

PERTANIAN

Kemarau Panjang, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Kamis, 21 Des 2023 - 04:18